Minggu, 08 April 2012

Analisis Film Psikologi Keluarga "Wedding Dress"

Gambaran Isi Film

Film ini  mengisahkan tentang kehidupan seorang single parent (ibu) dan anaknya yang bernama Kang So Ra. Disini diceritakan bahwa ayah So Ra sudah meninggal. Sehingga So Ra hanya tinggal berdua dengan ibunya. Karena ibunya sibuk bekerja maka So Ra seringkali pergi ke tempat tantenya. Bahkan ibunya tidak pernah memasak, dan setiap kali waktu makan, maka So Ra maupun ibunya akan datang ke tempat tantenya untuk makan bersama-sama. Hal ini tidak lain disebabkan karena ibu So Ra sangat sibuk. Sehingga tidak jarang pula So Ra merasa kesepian karena harus sendirian dirumah. Adapun pekerjaan ibu So Ra adalah desainer gaun pengantin. Sehingga setiap waktu selalu disibukkan dengan pesanan gaun pengantin baru sampai-sampai hampir tidak pernah bermain bersama atau berjalan-jalan dengan anaknya. Bahkan So Ra pun hampir tidak mempunyai teman disekolah, karena ia seringkali bersikap menjengkelkan kepada teman-temannya. Selain itu ia juga sulit untuk berbagi sesuatu yang ia miliki dengan temannya dan terkadang juga bersikap buruk. Oleh karena itulah ia dijauhi oleh teman-temannya.
            Cerita terus berlajut sampai suatu hati hari setelah acara makan malam di rumah tantenya ibu So Ra tiba-tiba pingsan. Dan langsung dilarikan ke rumah sakit. Saat itulah tante dan paman So ra mengetahui bahwa ibu So Ra mengalami sakit yang parah dan mematikan. dan sebelum kejadian pingsan itu sebenarnya ibu So Ra sudah mengetahui kalau dia sakit. Namun ia terus merahasiakannya dari keluarganya dan juga So Ra. Namun, walaupun So Ra masih duduk di bangku sekolah dasar. Ia mengetahui bahwa ada sesuatu yang tidak benar dengan ibunya. Kemudian ketika ia makan malam di rumah tantenya, tiba-tiba ia memanggil tantenya dan memintanya untuk mengantarkannya pulang kerumah. Karena kebetulan waktu itu ibunya sedang bekerja. Dalam perjalanan pulang, So Ra bertanya pada tantenya, “apakah ibunya sedang sakit?”. Karena akhir –akhir ini So Ra sering melihat ibunya minum obat yang sangat banyak dan muntah-muntah. Dan tantenya pun bingung bagaimana harus mengatakannya, karena ibu So Ra memintanya untuk merahasiakan sakitnya terhadap So Ra. Dan akhirnya tantanya menjawab “ iya, memang benar ibumu sedang sakit, tapi dengan berdoa, minum obat dengan baik dan pergi kerumah sakit maka ibumu pasti akan baik-baik saja”. Namun, So Ra tidak percaya begitu saja. Dan bertanya lagi. “ apakah ibu akan meninggal?” berapa lama lagi waktu yang tersisa untuk ibu?”. Tantenya pun merasa sangat kasihan pada So Ra dan bingung bagaimana cara mengatakan hal yang sebenarnya. Walaupun demikian tentenya meyakinkan pada So Ra bahwa ibunya akan baik-baik saja. Selain itu, So Ra juga meminta kepada tantenya agar merahasiakan pembicaraan tadi dari ibunya. Ia takut ibunya akan sedih.
            Ibu So Ra selalu membelikan ini dan itu untuk So Ra baik itu video game, sepeda baru, TV baru. Namun, sebenarnya So Ra tidak menginginkannya, ia hanya ingin ibunya berada disampingnya dan menemaninya. Sejak mengetahui ibunya sakit So Ra mulai berusaha untuk bersikap baik. namun, tidak jarang pula ia merasa kesal. Karena sikapnya yang buruk ia dimarahi ibunya. Dan ia pun membela diri. hal ini, tidak hanya terjadi sekali dua kali. So Ra benar-banar merasa marah dengan keadaan, karena ia selalu merasa kesepian dan akhirnya pun orang satu-satu yang ia miliki, yaitu ibunya, akan meninggalkan dia pula.

Analisis

            Penyebab single parent ada beberapa macam, antara lain single parent karena ditinggal mati oleh pasangan hidupnya atau karena perceraian. Nah, dalam film ini menceritakan kisah seorang ibu yang menjadi single parent karena di tinggal mati oleh suaminya. seperti yang telah diketahui, orang tua single parent mempunyai tugas yang lebih berat daripada orang tua yang masih utuh (ada ayah ada ibu). Mengapa demikian?. Seorang single parent mempunyai dua peran yang berbeda dalam kehidupannya, hal ini tidak lain ditujukan agar tugas perkembangan anak mampu berkembang dengan baik. karena pada umumnya seorang anak harusnya dibesarkan oleh seorang pria (sebagai ayah) dan wanita (sebagi ibu). Namun, hal ini menjadi berbeda apabila salah satu diantaranya tidak ada. Maka mereka harus mejalankan peran yang berbeda yaitu merangkap jadi ibu sekaligus sebagai ayah. Dan otomatis beban yang dipikul pun lebih berat. Dalam hal ini, ibu So Ra menjadi bekerja hampir disepanjang waktu karena menggantikan tugas ayah sebagai pencari nafkah. Sehingga So Ra merasa kesepian karena kurang menerima kasih sayang dari ibu. Dan ia lebih sering mengahabiskan waktunya sendiri karena ia pun tidak memiliki teman dan susah bergaul. Biasanya, ketika seorang ibu tunggal bekerja berlebihan, konflik hubungan orang tua dengan anak cenderung meningkat. Ibu yang demikian menjadi kurang perhatian dan kurang penerimaan, anak mereka cenderung menunjukkan perilaku bermasalah. Begitu pula dengan So Ra,ia juga menunjukkan perilaku yang kurang baik, seperti pemarah, sulit bergaul, tidak mau berbagi dengan orang lain. Yang demikian ini dipengaruhi oleh pengasuhan orang tua. Dimana orang tua So Ra selalu sibuk bekerja, sehingga jarang ada waktu untuk bersama So Ra, bermain, berjalan-jalan maupun mendengarkan keluh kesah So Ra. Sehingga ia terbiasa untuk memendamnya sendiri. Dan So Ra mempunyai cara bagaimana supaya ia bisa bersama dengan ibunya, ketika musim hujan tiba ia selalu tidak mau membawa payung ke sekolah, meskipun ia sudah diingatkan oleh ibunya untuk membawa payung. Sehingga ketika tiba saat pulang sekolah, ia bisa menghubungi ibunya untuk menjemputnya ke sekolah.
            Sebagai seorang pengasuh dan pembimbing dalam keluarga, orang tua sangat berperan dalam meletakkan dasar-dasar perilaku bagi anaknya. Sikap, perilaku, dan kebiasaan orang tua selalu dilihat, dinilai, dan ditiru oleh anaknya yang kemudian semua itu secara sadar atau tak sadar diresapi dan kemudian menjadi kebiasaan pula bagi anak-anaknya. Ibu So Ra terkadang memarahi anaknya karena ia tidak mau bersikap baik kepada orang lain. Namun, ibu So Ra sendiri tidak memberikan contoh nyata kepada So Ra bagaimana seharusnya perilaku yang baik. karena ia sendiri jarang menemani So Ra. Seperti yang terlihat dalam film ketika So Ra dan ibunya sedang makan malam bersama dirumah tantenya. So Ra dan kakak sepupunya saling berargumen yang akhirnya membuat keduanya sama-sama jengkel. Kemudia kakak sepupunya memasukkan sendok bekas makanannya ke mangkuk So Ra, dan tentu saja hal ini membuat So Ra semakin marah karena ia jijik dengan sesuatu hal yang bekas dari orang lain. Dan ia pun tidak mau melanjutkan makannya. Karena tidak tahan ibunya pun marah-marah kepada So Ra dan berkata “ siapa yang akan menerimamu jika kamu selalu bersikap seperti ini” dan So Ra pun menjawab “ ibu saja yang menerima ku seperti ini, aku tidak butuh orang lain”. Mengetahui kenyataan tersebut keduanya sangat sedih. Ibu So Ra merasa bersalah karena tidak banyak menghabiskan banyak waktunya bersama So Ra padahal waktu hidupnya hanya tinggal sebentar. Sedangkan So Ra ingin ibunya selalu disampingnya, namun, ketika ibunya mulai mengajaknya jalan-jalan dan bermain ternyata ibunya sakit dan akan meninggalkannya. Meskipun jarang menemani So Ra, ibunya selalu membelikan So Ra ini dan itu. Padahal sebenarnya So Ra tidak membutuhkannya. Ia hanya butuh ibunya ada disisinya.
            Dengan sikap ibu So Ra yang demikian, bisa menciptakan kondisi yang mendorong anak untuk gagal. Seperti selalu terburu-buru di pagi hari karena sibuk akan pekerjaan sehingga tidak sempat menyiapkan sarapan atau bercanda dengan anak, meninggalkan anak tanpa orang dewasa di dekat mereka. Meskipun So Ra kadang dititipkan oleh ibunya di tempat tantenya, namun tantenya juga tidak bisa terus mendampinginya karena ia sendiri juga punya anak dan suami yang harus diurusnya. Dan tidak menyediakan anak waktu untuk berkeluh kesah, bertukar pikiran, dan berdiskusi. Pola asuh yang demikian ini bisa dikategorikan sebagi pola asuh permisif, dimana orang tua hanya memberikan ini dan itu kepada anak, namun jarang mendampinginya. Sehingga anak merasa kesepian dan tidak ada tempat untuk berkeluh kesah, dan cenderung menjadi pemurung. Meskipun orang tua masih mengingatkan kalau anaknya berbuat salah namun, sama saja kalau orang tua tidak memberikan contoh.
            Dari uraian diatas bisa disimpulkan bahwa single parent pun bisa menjadi orang tua yang baik dan berhasil dalam mendidik anaknya apabila orang tua tersebut mampu menjalankan perannya sebagai orang tua secara baik dan seimbang. Misalnya seperti, sesekali mengajak anak-anak jalan-jalan dan tidak selalu sibuk dengan pekerjaan, mendampingi anak belajar (sehingga anak bisa bertanya kalau misalnya ada sesuatu yang tidak ia mngerti) dan lain sebagainya.

Referensi
isjd.pdii.lipi.go.id/admin/jurnal/6308199211_1693-3029.pdf

Minggu, 26 Februari 2012

Analisis Film Dewasa Usia Lanjut Berdasarkan Film " I am Sam "

PENGANTAR
Disini saya akan membahas tentang perkembangan pada masa dewasa yang akan dilihat dari sebuah film yang berjudul “I am Sam”. Film ini bercerita tentang kisah seorang ayah yang mengalami keterbelakangan mental, namun ia harus merawat anaknya. Dan yang menjadi masalah disini adalah ia mengalami kesulitan untuk menjadi seorang ayah yang sempurna di mata orang lain. Karena semua orang memandang bahwa ia tidak bisa mendidik putrinya dengan baik, maka putrinya di ambil oleh departeman keluarga dan anak untuk dirawat. Namun, Sam tidak menyerah begitu saja. Sam berusaha membuktikan kepada orang lain bahwa ia mampu mendidik anaknya karena dia adalah ayahnya. Selain itu, ia juga menyewa seorang pengacara bernama Rita Harisson yang akan membelanya di pengadilan agar bisa mendapatkan hak asuhnya kembali atas anaknya (Lucy). Dengan segala keterbatasannya ia berusaha membuktikan bahwa ia layak untuk menjadi seorang ayah.
Tokoh yang akan saya bahas lebih mendalam adalah Sam. Tentang bagaimana perkembangan fisik, kognitif dan sosialnya. Dan hal ini akan dilihat dari perjuangnya untuk bisa mendapatkan hak asuhnya kembali atas anaknya (lucy). Sam adalah seorang yang menderita Autism, dimana kapasitas intelektualnya hanya setara anak usia 7 tahun. namun, meskipun memiliki kekurangan ia mampu untuk bekerja dan memenuhi kebutuhannya sendiri dari hasil kerjanya di kafe starbucks. Sejak Lucy diambil oleh departemen keluarga dan anak, Sam mulai mencari penghasilan tambahan dengan cara menerima titipan untuk menjaga anjing. Dan ia juga mempunyai teman-teman yang bernasib sama sepertinya, yaitu menderita keterbelakangan mental. Namun, mereka sangat setia dan bersedia membantu Sam meskipun mereka juga mengalami kekurangan.
Perkembangan Fisik
Tahap perkembangan pada usia dewasa dapat dibagai atas beberapa bagian, antara lain:
1.      Perkembangan dewasa awal (18-40 tahun)
2.      Perkembangan dewasa madya (40-60 tahun)
3.      Perkembangan dewasa akhir (60 keatas)
Dilihat dari keadaan fisiknya, Sam berada pada tahap perkembangan dewasa awal, yaitu sekitar usia 30-an. Pada periode dewasa awal, penampilan dan kesehatan fisik mencapai puncaknya dan juga akan mengalami penurunan pada akhir usia dewasa awal. Banyak hal yang bisa mempengaruhi perkembangan fisik seseorang seperti merokok, alkohol, diet, obesitas dan lain sebagainya. namun, dalam kasus yang dibahas, yaitu Sam sama sekali tidak mengkonsumsi alkohol, merokok dan hal-hal yang bisa menurunkan kemampuan fisiknya. Dan apabila dilihat dari segi fisik, tokoh Sam terlihat seperti kebanyakan orang normal pada umunya. Hanya saja ia memiliki kekurangan dalam koordinasi, kekuatan dan cara bicaranya yang lambat dan kadang sulit dimengerti.
Perkembangan Kognitif
Menurut Anderson ( dalam Mappiare: 17) tentang perkembangan kognitif
  1.  Berorientasi pada tugas dan tidak condong pada perasaan-perasaan diri sendiri atau kepentingan pribadi
  2.  Tujuan-tujuan yang jelas dan kebiasaan kerja yang efisien. seseorang yang matang melihat tujuan-tujuan yang ingin dicapainya secara jelas dan tujuan-tujuan itu dapat didefenisikannya secara cermat dan tahu mana pantas dan tidak serta bekerja secara terbimbing menuju arahnya.
3.      Mengendalikan perasaan pribadi. seseorang yang matang dapat menyetir perasaan-perasaan sendiri dan tidak dikuasai oleh perasaan-perasaannya dalam mengerjakan sesuatu atau berhadapan dengan orang lain. Dia tidak mementingkan dirinya sendiri, tetapi mempertimbangkan pula perasaan-perasaan orang lain. 
4.      Keobjektifan. orang matang memiliki sikap objektif yaitu berusaha mencapai keputusan dalam keadaan yang bersesuaian dengan kenyataan.
5.      Menerima kritik dan saran. orang matang memiliki kemauan yang realistis, paham bahwa dirinya tidak selalu benar, sehingga terbuka terhadap kritik-kritik dan saran-saran orang lain demi peningkatan dirinya.
6.      Pertanggungjawaban terhadap usaha-usaha pribadi. orang yang matang mau memberi kesempatan pada orang lain membantu usahan-usahanya untuk mencapai tujuan. Secara realistis diakuinya bahwa beberapa hal tentang usahanya tidak selalu dapat dinilainya secara sungguh-sunguh, sehingga untuk itu dia bantuan orang lain, tetapi tetap dia brtanggungjawab secara pribadi terhadap usaha-usahanya.
7.      Penyesuaian yang realistis terhadap situasi-situasi baru. orang matang memiliki ciri fleksibel dan dapat menempatkan diri dengan kenyataan-kenyataan yang dihadapinya dengan situasi-situasi baru.
Berdasarkan penjelasan yang di paparkan diatas tentang perkembangan pada masa dewasa, dapat diketahui bahwa banyak hal yang tidak sesuai dengan apa yang dialami oleh tokoh dam film I am Sam. Dimana orientasi dari penjelasan diatas lebih di peruntukkan kepada orang normal yang tidak mengalami keterbelakangan mental seperti Sam. Orang dewasa pada umumnya berorientasi pada tugas-tugas yang mereka kerjakan dan tidak condong pada perasaan diri sendiri serta dapat mengendalikan perasaan pribadi. Namun, bagaimana dengan Sam? Yang hanya mempunyai kapasitas intelektual setara anak usia 7 tahun. sebagai contoh, dalam film ini sangat jelas digambarkan bahwa orang lain yang berada di sekitarnya harus memahami dia dan keinginannya dimana hal ini terlihat pada saat Sam meminta bantuan kepada pengacara untuk  membantu menangani kasusnya, dan pada saat itu sang pengacara sedang ada tamu lain yang juga sedang berkonsultasi. Namun, Sam tidak mau menunggu dan terus mengedor-gedor pintu ruang kerja pengacara tersebut. selain itu, juga menyangkut tentang masalah kerja yang efisien. Sebagaimana yang terlihat dalam adegan, dimana setelah Sam bekerja di Starbucks selama kurang lebih 10 tahun, ia hanya diperkenankan untuk menjadi pelayan saja dan tidak diperkenankan untuk membuatkan kopi. Namun, suatu saat si pemilik kafe memberinya kesempatan untuk membuatkan kopi. Diawal-awal ia mampu membuat kopi dengan baik. namun, kemudian ia mulai kebingunagn saat mulai banyak pesanan dari pelanggan dan ia malah membuatnya menjadi berantakan. Sedangkan untuk masalah kritik dan saran, Sam juga kurang bisa menerima pendapat dari orang lain, jadi kalau dia maunya begini maka orang lain harus mengikutinya dan ia tidak bisa memahami. Contoh dalam adegan film yaitu: setiap hari rabu Sam bersama teman-temannya mempunyai kegiatan rutin makan di IHOP. Nah, pada suatu waktu Lucy mengajak ayahnya ke tempat lain. Namun Sam mengatakan bahwa hari rabu adalah waktunya di IHOP. Namun, pada kenyataannya Sam tetap pergi ke tempat yang Lucy inginkan. Dan ternyata di kafe baru tersebut Sam membuat pesanan yang tidak ada pada menu kafe tersebut, namun ia tetap bersikeras memesan makan tersebut meskipun pelayan sudah mengatakannya tidak ada dan akhirnya ia marah-marah.
Karena kapasitas intelektual Sam hanya setara dengan anak usia 7 tahun. maka, ia tidak diperkenankan untuk merawat anaknya. Karena kebanyakan orang berfikir bahwasanya bagaimana Sam akan mendidik anaknya jika ia sudah berusia lebih dari 7 tahun. maka, bisa dipastikan anaknya akan lebih pandai daripada dia. Dalam film ini ada adegan dimana Lucy di beri buku cerita oleh guru ddi sekolah. Seperti biasanya ayahnya akan membacakan buku cerita tersebut kepadanya. Namun, saat sedang membaca tiba-tiba Sam tersendat-sendat dan anaknyalah yang membenarkannya. Sehingga pada suatu ketika saat membaca buku didepan ayahnya Lucy berpura-pura tidak bisa membacanya dan menganggap dirinya bodoh dengan tujuan agar ia tidak membuat ayahnya sedih. Dan yang terjadi adalah Sam marah dan menyuruhnya untuk tetap membaca.
Menurut Piaget, orang dewasa memasuki tahap operasional formal, yaitu masa dimana memiliki kemampuan melakukan penalaran mengenai ide-ide abstrak. Hipotetik, dan yang bertentangan dengan fakta. Namun, pada kenyataannya Sam hanya mempunyai kapasitas intelektual setara anak usia 7 tahun dimana hal ini berada pada tahap operasioanal konkret, dimana penalaran yang menyerupai orang dewasa mulai muncul, namun terbatas pada realitas konkret. Dan yang perlu digaris bawahi disini adalah tahap perkembangan ini dibuat berdasarkan kategori orang normal. Jadi, dalam kasus Sam hal ini agak berbeda. Karena pada umumnya ia hanya bisa memahami apa-apa yang menurutnya benar dan tidak mau memahami atau menerima pendapat orang lain. Dan ia akan marah apabila di benarkan. Dan ia juga ingin bahwa orang-orang bisa mengerti dia dan menurutinya, tidak peduli oarng itu bisa atau tidak, punya urusan lain atau tidak.
Perkembangan Sosial

Tugas perkembangan dewasa awal
1.    -  Memilih teman bergaul
2.     -  Membentuk keluarga
3.      -Mulai bekerja
4.      -Mengelola rumah tangga
Tokoh Sam dalam film ini di gambarkan mempunyai teman akrab yang biasa membantunya. Dan mereka mempunyai hubungan baik. dimana pada hari-hari tertentu mereka melakukan kegiatan bersama-sama. Seperti yang terlihat dalam film yaitu ketika Lucy akan mulai masuk sekolah, Sam membelikannya sepatu, namun uangnya kurang untuk membeli sepatu tersebut, dan teman-temannya dengan sukarela menyumbangkan uang mereka. Selain itu, ia juga mempunyai tetangga yang bernama Annie yang membantunya mengasuh Lucy. Di tempat bekerjanya ia juga diterima baik oleh rekan-rekan sesama kerjanya.
Meskipun menderita keterbelakangan mental, Sam tetap mampu bekerja dan memenuhi kebutuhannya sendiri serta anaknya. Walaupun demikian Sam hanya mampu bekerja dalam hal pekerjaan yang tidak membutuhkan keterampilan khusus seperti menjaga anjing atau menjadi pelayan di kafe.
Meskipun Sam memiliki anak. Namun, sebenarnya ia tidak pernah menikah. Karena Lucy adalah anak dari seorang teman yang menumpang tidur di tempatnya dan kemudian melahirkan. Setelah itu ia memberikan anaknya kepada Sam dan kemudian pergi. Sehingga Sam lah yang merawat anak tersebut. biar bagaimana pun, Sam tetap bersikap seperti layaknya seorang ayah meskipun ia mengalami keterbelakangan mental. Dan ia selalu berusaha untuk membahagiakan Lucy dengan cara apapun dan selalu menyayanginya.
Disisi lain tak jarang pula Sam menerima ejekan dari orang-orang di sekitarnya dan melihatnya dengan pandangan aneh. Namun, melihat kondisi Sam yang seperti itu, tak jarang ia tidak memedulikannya. Terkadang ia juga merasa kesal kepada orang lain karena menganggap dirinya berbeda dan tidak bisa melakukan ini dan itu seperti orang yang lainnya. Dan hal ini terjadi kepada Rita Harisson, dimana setelah pulang dari sidang Sam dan Rita mampir ke Kafe untuk membeli kopi. Kemudian Sam bersikeras untuk membayarnya. Namun Rita bilang “biar aku saja” lalu Sam marah dan mengatakan” kenapa kamu berpikiran seperti yang orang lain pikir, bahwa Sam tidak bisa”.
Dari film ini bisa dikatakan bahwa Sam memiliki hubungan sosial yang cukup baik dengan lingkungannya, hanya saja ia memerlukan adanya dukungan dari orang yang ada di sekitarnya agar ia mampu menjalani hidupnya seperti kebanyakan orang normal lainnya.

Minggu, 08 Januari 2012

Pacaran and Remaja (Kuis)


Studi Kasus
Dahulu, pacaran masih dianggap tabu oleh masyarakat. Dimana pasangan remaja yang kedapatan berdua-duaan dianggap aib. Namun saat ini pandangan masyarakat sudah mulai bergeser. Yaitu menganggap pacaran bagi remaja adalah suatu hal yang wajar. Walaupun memang masih ada beberapa orang yang menganggapnya tabu.

Kamis, 01 Desember 2011

Analisis Film Gridiron Gang

Konsep diri pada remaja di dasari oleh berbagai kategori peran dan keanggotaan yang menjelaskan siapa diri remaja tersebut. seperti yang terlihat di film bahwasanya remaja-remaja yang tinggal di blok-blok tertentu mengganggap diri mereka bagian dari geng 88, sedangkan mereka yang tinggal di blok yang berlawanan mengatakan diri mereka sebagai geng 95. Hal-hal semacam inilah yang dikatakan sebagai identitas bagi remaja. Padahal permasalahan yang menyebabkan mereka terpecah menjadi geng-geng tertentu hanyalah disebabkan oleh letak wilayah tempat tinggal. Dan mereka cenderung menonjolkan identitas kelompok mereka.
Perkembangan identitas pada remaja juga didukung oleh self esteem (citra/harga diri), dan citra inilah yang dengan sangat jelas bisa kita lihat dari film ini. Dimana baik geng 88 maupun geng 95 sama-sama ingin menunjukkan kekuasaan atau citra diri dari kelompok mereka. Jika ada yang menyakiti salah satu anggota dari kelompok, maka mereka akan maju bersama-sama untuk membalas tindakan yang telah dilakukan. Begitu pula seterusnya. Mereka tidak akan pernah berhenti. Karena masing-masing ingin melindungi dan menjaga citra diri kelompok mereka, dengan begitu identitas mereka juga tidak akan terluka.
Seperti yang dikemukakan oleh Erikson tentang identity vs identity confusion dimana pada tahap ini remaja berusaha menemukan siapa diri mereka sebenarnya, apa saja yang ada dalam diri mereka dan ke arah mana mereka akan menjalani hidup. Karena mengalami kebingungan dalam mencari identitas diri mereka, kebanyakan dari remaja mulai mencari-cari jalan hidup mereka dengan cara bergabung dengan komunitas-komunitas atau geng-geng tertentu. Karena dengan begitu mereka merasa memiliki identitas yang jelas dan lebih percaya diri karena merupakan anggota dari suatu kelompok tertentu. Dan identitas kelompok ini sangat terlihat jelas di dalam film Gridiron. Dimana setiap individu berusaha menunjukkan “ini lho saya, anggota dari geng ini, jadi jangan coba-coba mengganggu saya atau anda akan menerima akibatnya”. Namun yang terjadi adalah remaja-remaja ini merasa tidak berarti atau tidak punya apa-apa yang bisa mereka banggakan ketika mereka terlepas dari kelompok mereka. Contohnya, beberapa remaja yang mengaku sebagai anggota geng tertentu dan terlibat dalam aksi pembunuhan. Dan kemudian mereka di masukkan ke penjara. Nah, di penjara inilah remaja-remaja ini merasa terpuruk. Karena di dalam sana tidak akan ada orang yang bisa membela mereka apabila mereka di sakiti. Karena keprihatinan seorang pengurus yang ada dipenjara terhadap remaja-remaja tersebut, yang mana walaupun mereka menerima hukuman dan dikurung selama bertahun-tahun dipenjara, kenyataannya mereka juga akan kembali ke penjara lagi karena melakukan kesalahan yang sama. Oleh kerena itulah, pengurus penjara berinisiatif untuk membentuk sebuat tim football. Dan dari situlah nantinya remaja-remaja tersebut mulai menemukan arah hidupnya. Yang kemudian setelah bebas dari penjara, beberapa dari mereka mampu menemukan jalan hidup mereka.
Tidak dapat di pungkiri bahwasanya keluarga sangat berpengaruh terhadap pembentukan identiitas pada remaja. Karena orang tualah yang paling dekat dengan kita sejak kecil. Sehingga, banyak waktu yang kita habiskan dengan mereka. Dari kedekatan dengan orang tua itulah anak banyak belajar dan dididik. Yang mana hasil dari didikan dan belajar dari orang tua itu lah akan terbentuk identitas pada remaja. Begitu pentingnya figur orang tua bagi remaja, maka ia akan merasa tidak berharga apabila orang tua mereka sudah tidak lagi peduli terhadap mereka. Kenny Bates salah seorang remaja yang masuk penjara karena kasus pencurian mobil. Pada suatu wkatu ibunya datang untuk mengunjunginya di penjara. Karena suatu pembicaraan tertentu akhirnya ibunya marah dan pergi meninggalkannya. Dari situlah Kenny merasa tertekan. Karena ia berfikir bahwa satu-satunya orang yang ia harapkan masih menyayangi dan peduli padanya, justru malah meninggalkannya. Namun, dengan bantuan dari pelatihnya, akhirnya Kenny mau berubah dan ingin menunjukkan pada ibunya bahwa ia patut untuk di banggakan. Akhirnya dengan kerja keras ia berlatih dengan teman-teman yang lainnya agar bisa memenangkan pertandingan football selanjutnya. Dan dengan bantuan pelatih pula, akhirnya ibu Kenny bersedia datang ke arena pertandingan football. Kenny pun berhasil memainkan perannya dalam tim dengan sangat bagus, dan kemenangan pun berpihak pada tim mereka. Dari situlah Kenny akhirnya bisa bersatu dengan ibunya kembali.
Kebanyakan remaja lebih suka menghabiskan waktu mereka diluar rumah. Dan waktu-waktu mereka itu akan di habiskan dan nikmati bersama teman-teman mereka. Sehingga, tidak jarang pada remaja, teman sebaya di anggap sebagai pengganti keluarga ketika mereka berada di luar rumah. Karena begitu pentingnya arti teman sebaya bagi remaja. Kebanyakan dari mereka akan rela melakukan apa saja untuk membantu teman mereka ataupun membalaskan dendam kepada orang yang telah menyakiti mereka. Seperti halnya yang terlihat dalam kasus geng-geng remaja seperti geng 88 ataupun 95. Bahwa jika ada seseorang dari geng 95 telah menyakiti atau menghina anggota dari geng 88, maka sebagai rasa solidaritas maupun kekeluargaan atau keakraban mereka. Teman dari satu geng akan membantu membalaskan sakit hati atau dendam dari teman yang merasa tersakiti, begitu pula sebaliknya.

Minggu, 12 Juni 2011

Anak & Media : Film Teletubbies vs Game House


Film dan games saat ini sudah masuk dan melekat pada dunia anak-anak. Bahkan saat ini banyak ditemukan anak-anak usia sekolah dasar bermain game online di warnet    . begitu pula dengan film, sekarang di televisi banyak sekali film-film sejenis kartun yang diputar, dan film-film ini seperti sudah menjadi konsumsi sehari-hari para anak. Tak jarang kita lihat anak-anak duduk manis didepan televisi berjam-jam hanya untuk menonton film kartun/ film anak-anak yang disukainya. Bahkan baru bangun tidur sekalipun anak-anak banyak yang langsung nongkrong didepan televisi dan tidak akan beranjak dari sana kalau orang tuanya tidak berteriak-teriak atau menyeretnya dari depan televisi.  Oleh karena itu para orang tua harus pandai-pandai memilih tontonan apa yang pantas untuk si buah hati dan memberi pengawasan yang baik namun tidak protectif agar si anak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.
Data Umum
Jenis : film
Judul : Teletubbies 10 Happy Birthday Vol. 2
Durasi : 48 menit 39 detik
Tahun : 2008
Jenis : Game House
Judul : Jigsaw
Durasi : Tak terbatas

Penyampaian Content
Disajikan dalam bentuk film (dilengkapi dengan music, gambar full color)
-    Game full color dengan berbagai pilihan gambar
-    Game ini disajikan dalam bentuk puzzle
Content
Bercerita tentang teletubbies bermain-main, senam/ olahraga, makan kue tubbie, menari, melihat binatang beruang dan singa, melihat anak-anak belajar menari Irlandia, melihat anak-anak merayakan ulang tahun sambil minum teh dan makan biscuit.
Menu : berisi tentang berbagai macam pilihan gambar (binatang, buah-buahan, alam, kartun dll)
Tujuan / materi yang ingin disampaikan/ pelajaran yang bisa diambil
-    Mengenalkan kepada anak tentang kebersamaan
-    Mengenalkan kepada anak tentang berolahraga, tarian Irlandia.
-    Mengenal binatang (beruang dan singa)
-    Pemain diharapkan bisa menyelesaikan puzzle tersebut dengan tepat dalam waktu secepat mungkin.
-    Mengenalkan kepada anak-anak khususnya tentang macam-macam binatang, buah-buahan dsb.
-    Melatih anak untuk berfikir cepat dan tepat
-    Melatih koordinasi mata dan tangan
-    Melatih kesabaran
Sasaran pembaca/ penonton
-     Semua umur namun lebih cocok untuk anak usia prasekolah sampai sekolah dasar
-     Cocok untuk laki-laki maupun perempuan

-    Untuk anak usia sekolah dasar hingga dewasa. Karena anak usia sekolah dasar sudah mulai bisa mengoperasikan computer dan sudah cukup mampu untuk memainkan game ini.
-    Cocok untuk laki-laki maupun perempuan
Pengemasan media (kelebihan dan kelemahan)
Kelebihan:
-    Penyampaian pesan atau isi film mudah dipahami  oleh anak-anak
-    Bahasa yang dipakai mudah dimengerti oleh anak-anak
-    Terdapat pengulangan dari setiap kegiatan yang dilakukan, sehingga mempermudah anak untuk meniru, mencontoh atau mengingatnya.
Kekurangan:
-    Bagi orang yang lebih besar film ini mungkin membosankan
-    Durasi antara pembuka film ke isi pesan yang ingin disampaikan terlalu lama
-    Tampilan lebih menarik dan pilihan lebih banyak
-    Karena game ini dimainkan di computer, mungkin dapat menyulitkan anak, terutama yang masih sulit mengoperasikan computer ataupun anak-anak tidak tahu bagaimana cara memainkannya.
Teori yang relevan
-    Playmates & friend
Lebih suka bermain dengan anak seumurnya, dimana yang dilakukan dalam berteman: melakukan hal-hal bersama, saling berbagi, saling membantu dan saling menjaga (psychososial development pada usia early childhood)
-    Fantasi = realita
Dimana anak berbuat seolah-olah sesuatu yang tidak nyata menjadi nyata. Ex. Minum teh dan makan biscuit saat ulang tahun. (Cognitive Development pada masa early Childhood)
-    Teori Gestalt : belajar dimulai dari suatu keseluruhan kemudian menuju bagian-bagian. Ex: individu belajar menyusun puzzle (dianggap sebagai suatu keseluruhan. Sedangkan bagian dari keseluruhan itu ialah; dari menyusun puzzle itu, individu melatih kesabarannya, melatih koordinasi mata dan tangan, melatih logika, dan memperluas pengetahuan ( anak disini juga belajar tentang warna, bentuk, angka dan huruf). (Wolfgang Kohler).
-    Praoperasional : anak mulai bias mengabstrasikan lepas dari yang kongkrit (Tahap perkembangan kognitif, Jean Piaget)
Analisis dari kedua media :
-    Film Teletubbies: bermain adalah bekerja bagi anak. Itulah ungkapan yang cocok untuk mengambarkan dunia anak-anak. Sehingga bermain bias dikatakan sebagai suatu keharusan yang dilakukan oleh anak. Karena dari sinilah anak-anak mulai belajar, baik itu belajar pengetahuan atau belajar berteman. Hal ini sesuai dengan tahap perkembangan psikososial anak tentang playmates & friends. Dimana anak disini belajar bagaimana caranya berbagi dengan teman, saling membantu, dan juga saling menjaga. Kegiatan-kegiatan seperti ini juga terlihat di dalam film teletubbies yaitu mereka saling menyayangi, bermain bersama, apabila salah satu dari mereka tidak ada maka anak yang lain akan menanyakan bahkan mencarinya. Selain itu anak-anak juga bias diajak untuk berfantasi. Jadi, apa yang sebenarnya tidak ada dihadapan mereka dianggap seolah-olah ada. Hal yang demikian ini sering ada di dalam film teletubbies. Misalnya pada acara ulang tahun bear, anak-anak di beri suguhan berupa teh dan biscuit. Akan tetapi, gelas yang diberikan pada anak-anak tersebut tidak ada isinya dan mereka juga berpura-pura makan biscuit padahal pada kenyataannya mereka tidak makan apa-apa. Fenomena ini merupakan bagian dari tahap perkembangan kognitif  early childhood.
-    Game Jigsaw: permainan puzzle bias dimainkan oleh berbagai umur, bahkan ketika anak masih belum memasuki usia sekolah. Pada tahap perkembangan kognitif Piaget dikategorikan pada tahap praoperasional. Dimana anak usia ini sudah mulai bias mengabstraksikan sesuatu walaupun belum secara kogkrit. Anak mulai mampu melihat situasi problematic, yakni memahami bahwa sebuah keadaan mengandung masalah, lalu berpikir sesaat. Seusai berfikir ia memperoleh reaksi ‘aha’, yaitu pemahaman untuk memecahkan masalah versi anak-anak. Dengan reaksi ‘aha’ kemudian masalah tadi ia pecahkan. Hal ini bias diterapkan pada permainan puzzle. Pada saat anak melihat keeping-keping puzzle yang berantakan (dianggap sebagai situasi problematic), kemudian anak berfikir sesaat (bagaimana cara ia menyusun keeping-keping puzzle tersebut supaya menjadi utuh), kemudian anak mendapatkan pemecahannya (ia mulai bekerja memadupadankan sesuai bentuk, gambar serta warnanya, memutar-mutar keping tersebut untuk mendapatkan posisi yang tepat. Dan akhirnya is bisa menyelesaikannya.
My opinion/ conclusion :
Saya pribadi sebenarnya lebih menyukai permainan jigsaw, karena banyak pilihan gambar dan tidak membosankan. Selain itu, dalam game ini juga terdapat level dimana kita bisa memainkan dari yang level paling mudah sampai yang paling sulit, sehingga ketika kita memainkan pada level yang paling sulit kita akan merasa tertantang untuk menyelesaikannya dan juga sekaligus melatih kesabaran kita.
Sedangkan untuk media yang satu lagi yaitu film Teletubbies, menurut saya lebih cocok di tonton oleh anak-anak. Karena untuk orang dewasa film ini sangat membosankan sekali. Akan tetapi untuk balita dan anak-anak ini sangat bagus untuk dilihat karena akan membantu mereka dalam belajar dan mengenal tentang dunia mereka. Jadi, dari masing-masing media mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Sehingga diharapkan kepada para orang tua untuk bisa memilihkan media yang sesuai serta tepat bagi anak-anaknya.

Template by:
Free Blog Templates